Ribuan Massa Hadiri Kampanye Akbar Partai Buruh di Istora Senayan

0
80

Jakarta – Mediatransnusa.com – Ribuan massa menghadiri kampanye akbar Partai Buruh di hari H-2 hari terakhir kampanye sebelum masa tenang. Kampanye akbar Partai Buruh ini diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (08/02/24).

kampanye akbar ini seharusnya dijadwalkan pada pukul 11.00 WIB. Namun hingga pukul 11.30 WIB gelombang massa masih terus memadati area Istora Senayan.

Dengan seragam kompak berawarna oranye, massa Partai Buruh terlihat mulai masuk area Istora Senayan.

Ribuan orang telah hadir di Istora Senayan. Acara ini diawali dengan penampilan musik dari band internal Partai Buruh itu sendiri. Nantinya, acara puncak kampanye akbar ini akan mendengarkan pidato Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.

READ  Hari Ketujuh Ops Pekat II Maung 2022 Polres Lebak Sasar Miras dan Aksi Premanisme

Kampanye akbar ini bertemakan “Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja”.

“Pada hari ini Partai Buruh mengadakan kampanye akbar secara nasional di putaran terakhir sebelum memasuki masa tenang,” kata Said Iqbal kepada wartawan di lokasi acara, Kamis siang (8/2).

Iqbal menjelaskan, kampanye akbar ini dihadiri oleh ribuan kader dan simpatisan Partai Buruh dari Jakarta, Bogor, Depok,Indramayu, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Hampir 100 ribu dari Jawabarat dan DKI bisa dilihat ada 1500 bus.” ujar Iqbal.

READ  Deklarasi FWJI Korwil Tangsel Sutrisno Sah Menjadi Ketua

Kemudian, Iqbal menambahkan bahwa partai buruh ini dari survei internal oleh riset barometer bahwa elektabilitas partai buruh tembus 4.778 persen kami berkeyakinan akan lolos ke senayan yaitu 20 sampai 30 kursi di DPR RI, Provinsi, Kota dan Kabupaten kami mempunyai fraksi buruh.

“Partai Buruh di bangun mewujudkan untuk negara sejahtera dengan tiga prinsip yaitu kesetaraan kesempatan “kau boleh kaya jangan miskin kan kami”., lalu distribusi keadilan kesejahteraan dan distribusi kekayaan yg adil dan merata yakni jaminan sosial, jaminan perumahan, jaminan air bersih, dan tanggung jawab publik yaitu ketika kita bayar pajak setelah kita tidak bekerja maka kita harus di bayar oleh negara, yang lebih mengedepankan subsidi terus kepada rakyat,” tegasnya.

READ  Ketua GANN Angkat Bicara Soal Maraknya Peredaran Obat Daftar G

Tidak ada satu pun yang hari ini berani melakukan kontrak politik, yang kemudian ketika Partai Buruh memperjuangkan kenaikan upah 15 persen, tidak ada satu pun capres yang ikut memberikan dukungan.

“Ketika kami memblokade jalan-jalan, kami jutaan orang turun tanggal 30 November silam Tidak satupun capres yang mendukung perjuangan Partai Buruh,” pungkasnya.

Penuli: Pandji dan Yusuf
Sumber: Partai Buruh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini